Strategi Jitu mendapatkan skor IELTS yang Luar Biasa

所在平台: Udemy

课程主页: https://www.udemy.com/course/tips-dan-tricks-jitu-mendapatkan-skor-ielts-yang-luar-biasa/

课程评论:没有评论

第一个写评论        关注课程

课程简介

**课程名称:** 策略性获取雅思高分 **课程概述:** 本课程由Mr. Hafee主讲,他是一位专攻托福和雅思备考的教育专家。雅思考试(IELTS)是国际通用的英语语言能力测试,遵循欧洲语言共同参考框架(CEFR)标准。在当今全球化的时代,英语已成为跨文化、跨国界交流的通用语(lingua franca),其重要性不言而喻。掌握英语能力对于在职业、经济和沟通方面保持竞争力至关重要。 课程指出,虽然印度尼西亚的大多数学校都提供英语课程,但教学内容主要侧重于“被动技能”(Passive Skills),即阅读(Reading)和听力(Listening)。学校的教学方法往往停留在语法翻译法(Grammar-Translation Method),忽视了“主动技能”(Active Skills),即口语(Speaking)和写作(Writing)的训练。这导致许多学生在学校学习多年英语后,仍然无法进行有效的英语交流,因为他们的学习重点在于填空语法题和语言理论,而非实际沟通。此外,学校课程也仅限于“通用英语”(General English),而非与雅思考试遵循的“学术英语”(Academic English)接轨。 雅思考试则不同,它全面考查学习者在主动技能和被动技能方面的英语能力,是衡量真实英语沟通能力的体现。语言的学习需要同时兼顾被动和主动技能,最终目标是实现有效的沟通。雅思考试的难点之一在于词汇量的积累,尤其是学术词汇。达到CEFR C1级别(接近母语者水平)需要掌握约10,000个词汇。阅读、写作、听力和口语等技能的提升可以在积累词汇的同时进行。 本课程旨在帮助学习者提升英语水平,为他们进入学术英语的世界做好准备,并最终助其在雅思考试中取得优异成绩。 **课程大纲:** 无

课程评论(0条)

课程详情

PendahuluanPerkenalkan, saya Mr. Hafee. Saya adalah guru spesialis di bidang TOEFL dan IELTS Preparation. IELTS atau International English Language Testing System adalah sebuah tes Bahasa Inggris berskala internasional yang berpatok kepada standar Common European Framework(CEFR), di mana CEFR adalah sebuah standar kompetensi Bahasa Inggris berskala internasional. Di era zaman ini, tidak bisa dipungkiri, bahwa Bahasa Inggris sudah sangat melekat di kehidupan manusia di belahan dunia manapun, terutama di zaman yang serba moderen ini. Maka dari itu kompetensi Bahasa Inggris adalah sesuatu hal yang mutlak jika ingin bersaing secara profesional maupun secara ekonomi dan komunikasi saat ini. Orang orang yang tidak mempunyai kompetensi Bahasa Inggris akan ketinggalan dan tergerus oleh majunya peradaban dan komunikasi dunia, secara Bahasa Inggris adalah lingua franca, atau bahasa jembatan untuk mempersatukan berbagai macam kulur, budaya dan bangsa di seluruh dunia lewat komunikasi.Jika berbicara tentang Bahasa Inggris, sudah sangat lazim bahwa mayoritas sekolah sekolah pada era ini sudah mewajibkan adanya Kegiatan Belajar Mengajar pelajaran Bahasa Inggris, setidaknya 6 tahun untuk seluruh siswa di seluruh penjuru Indonesia. Akan tetapi, materi materi yang diajarkan di sekolah hanyalah Passive Skill, atau kompetensi pasif. Seperti diketahui, dalam teori linguistik, kemampuan bahasa dibagi menjadi 4: Membaca, Menulis, Mendengar dan Berbicara. Listening(Mendengar) dan Reading(Membaca) tergolong menjadi Skill Pasif, sedangkan Speaking(Berbicara) dan Writing(Menulis) dikategorikan menjadi Skill Aktif. Sayangnya, mayoritas sekolah sekolah di Indonesia hanya melatih siswa dalam berbahasa Inggris, hanya dari segi Passive Skill dikarenakan kurikulum pendidikan pelajaran Bahasa Inggris berdasarkan Kementrian Pendidikan masih menhanut Grammar - Translation Method. Sangat jarang sekali adanya sekolah yang memberi praktek Speaking atau Writing terhadap siswanya dalam KBM pelajaran Bahasa Inggris. Akibatnya adalah banyaknya siswa yang lulus sekolah tetapi tidak bisa berkomunikasi aktif dalam Berbahasa Inggris, walaupun sudah belajar Bahasa Inggris ber tahun tahun di sekolah. Mereka tidak dilatih dengan metode yang mengajarkan mereka untuk berkomunikasi secara efisien. Fokus dari KBM Bahasa Inggris di mayoritas sekolah sekolah di Indonesia hanya menitik beratkan ke aspek mengisi soal soal grammar dan teori bahasa, bukan kepada praktek berkomunikasi. Perlu diketahui juga bahwa kurikulum pendidikan Bahasa Inggris tidak berpatokan kepada CEFR, tetapi hanya dalam aspek General English, atau Bahasa Inggris Keseharian.Lain halnya dengan IELTS. Dikarenakan IELTS berpatokan kepada standar internasional CEFR, ujian IELTS mengetes kemampuan kompetensi Bahasa Inggris seseorang secara keseluruhan, baik Active Skill maupun Passive Skill. Bisa dikatakan bahwa IELTS adalah ujian kompetensi Bahasa Inggris yang sebenarnya, bukan hanya kompetensi secara teori. Satu hal yang perlu juga diketahui adalah bahasa, kosakata dan tata bahasa harus diimbangi secara pasif dan aktif secara bersamaan, karena tujuan dari penguasaan bahasa adalah komunikasi. Kita seharusnya melatih bukan hanya skill pasifnya tetapi jg skill aktif. Ada juga hal lain yang biasanya membuat penasaran apa bedanya tes seperti IELTS dengan tes di sekolah, adalah perbedaan level kosakata. Bedanya antara English Academic dan General English mayoritas hanya di perbedaan kosakata, jika di General English memakai kosakata keseharian, maka Academic English seperti IELTS memakai kosakata kosakata akademic yang memang dipakai umum. Itulah kenapa sebenarnya kesulitan di Bahasa Inggris pusatnya sebenarnya terletak di pemahaman kosakata, dan ini yang biasanya membutuhkan waktu lama. Karena untuk mencapai level C1 di CEFR yaitu hampir setara dengan penutur Bahasa Inggris asli, butuh sekitar 10.000 kosakata. Skill seperti Reading, Writing, Speaking dan Listening bisa dilatih sembari pengumpulan kosakata.Itu saja sedikit gambarannya tentang IELTS dan penguasaan Bahasa Inggris dari saya. Untuk lebih lengkapnya, saya akan menjelaskan di kelas IELTS saya untuk yang sudah bergabung.Welcome to the world of Academic English. Are you ready to level up your English?

课程标签

0人关注该课程

主题相关的课程