|
所在平台: Udemy |
课程主页: https://www.udemy.com/course/ilustrasi-cara-menghitung-persentase-mata-uang-brics-ke-usd/
课程评论:没有评论
课程摘要:**BRICS 货币与美元的汇率计算指南** 本课程探讨了 BRICS(巴西、俄罗斯、印度、中国和南非)国家在当前去美元化浪潮中,为减少对美元依赖而进行的努力。课程回顾了 BRICS 成员国在国际贸易和投资中使用美元的普遍现象,以及这给非美元国家带来的影响。 主要内容包括: * **去美元化背景:** 介绍了 BRICS 国家减少美元使用的动因,以及包括东盟国家在内的其他国家也通过本币交易(LCT)来达成类似目标。 * **BRICS 新支付机制:** 讨论了 BRICS 正在探索创建新的支付媒介,以降低对美元和欧元的依赖。提及了新货币可能以黄金和其他商品作为支撑,并计划在 2023 年南非金砖国家峰会上展示相关进展。 * **印尼央行观点:** 引用了印尼央行行长关于尚未听说 BRICS 新货币的具体计划,但了解到 BRICS 国家正计划实现货币多元化。 * **金砖国家开发银行:** 强调了巴西总统关于金砖国家开发银行可以推动发展中国家进行社会经济变革,并摆脱传统银行体系的看法。该银行总部位于上海,旨在帮助发展中国家减少对美元的依赖,并促进本币贸易。 * **中巴贸易关系:** 详细阐述了中国与巴西之间日益增长的贸易伙伴关系,以及中国对巴西的投资情况。 * **货币汇率分析:** 提供了 2023 年初至 4 月份 BRICS 主要成员国(中国、印尼、巴西)货币对美元的汇率变动情况,并对比了此前美元对俄罗斯卢布的走势。 * **去美元化对美元汇率的影响:** 引用专家观点,分析了 BRICS 和东盟国家去美元化努力可能对美元汇率产生的潜在冲击,但也指出美元不太可能被完全取代,因为其在全球工业和贸易中的重要性。 本课程旨在帮助学习者理解 BRICS 国家在国际货币体系变革中的角色,以及如何计算不同货币与美元的汇率。
SEJARAH SINGKAT TERJADINYA MATA UANG BRICSWacana dedolarisasi kembali meningkat setelah beberapa waktu terakhir, kelompok negara BRICS yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan berupaya mengurangi penggunaan dolar AS dalam bertransaksi di antar negara. Sebagaimana diketahui, saat ini sebagian besar negara di dunia melakukan transaksi perdagangan dan investasi menggunakan mata uang dolar AS.Maraknya transaksi di banyak negara menggunakan dolar AS, membuat dominasi greenback kian besar, sehingga memiliki pengaruh bagi ekonomi dunia. Kondisi tersebut tak melulu menguntungkan bagi negara non-dolar AS. Alhasil langkah dedolarisasi atau mengurangi penggunaan dolar AS menjadi pilihan, termasuk oleh negara-negara ASEAN, melalui kerja sama local currency transaction (LCT).Berdasarkan laporan media Rusia, anggota parlemen Rusia, Alexander Babakov mengatakan BRICS tengah menciptakan media baru untuk pembayaran. Itu menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar AS atau euro.Indiatimes juga menulis bahwa mata uang baru kemungkinan akan diamankan dengan komoditas lain, seperti emas dan logam tanah jarang (LTJ). Perkembangan upaya menciptakan mata uang baru ini kabarnya akan dipresentasikan pada KTT BRICS di Afrika Selatan pada Agustus 2023.Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, belum mendengar gagasan konkret terkait rencana penerbitan mata uang baru negara-negara BRICS. Namun, ia mendengar bahwa negara-negara BRICS berencana mendiversifikasi mata uangnya.Sebelumnya, Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan bahwa, pembentukan Bank Pembangunan Baru oleh BRICS menunjukkan negara-negara berkembang dapat bersama-sama menciptakan perubahan sosial dan ekonomi yang besar, bahkan membebaskan diri dari sistem perbankan tradisional.Dalam kunjungannya ke Cina, Lula menghadiri pelantikan mantan Presiden Brasil Dilma Rousseff sebagai kepala bank multilateral yang didirikan oleh negara BRICS. Bank yang berkantor pusat di Shanghai, memiliki potensi besar karena membebaskan negara-negara berkembang dari lembaga keuangan tradisional yang ingin mengatur. Dengan begitu, negara-negara berkembang tidak terlalu bergantung pada dolar dan membiayai perdagangan dalam mata uang lokal."Dia mengatakan kebutuhan keuangan negara-negara berkembang sangat besar, tetapi kurangnya reformasi membatasi kredit dari bank-bank yang ada. Bank BRICS bisa menjadi bank besar di Selatan Global," kata Lula dalam pidatonya dilansir dari Reuters, Kamis (13/4).China mengambil alih Amerika Serikat sebagai mitra dagang utama Brasil pada 2009 dan merupakan pasar utama untuk kedelai, bijih besi, dan minyak Brasil. Kini, Brasil menjadi penerima investasi Cina terbesar di Amerika Latin, didorong oleh pengeluaran untuk jalur transmisi listrik bertegangan tinggi dan produksi minyak.Melansir Asian Bonds Online, sepanjang 2023 nilai tukar mata uang Cina, yuan (CNY) mengalami penguatan 0,35% terhadap dolar AS (USD) per Kamis (20/4). Menariknya, mata uang Indonesia (IDR) mengalami penguatan lebih tinggi yakni 4,11% terhadap USD pada periode yang sama.Sementara itu, mengutip laman konversi mata uang Internasional, mata uang Brasil (BRL) tercatat mengalami penguatan sekitar 4,6% sepanjang 2023, terhadap USD. Adapun untuk pasangan mata uang USD-RUB (Rusia rubel) mencatatkan pelemahan 11,9% di mana, tren pergerakan sepanjang 2023 greenback masih lebih perkasa dari rubel.Direktur PT Laba Forexindo berjangka, Ibrahim Assuaib mengatakan upaya dedolarisasi yang dilakukan BRICS dan beberapa negara ASEAN berpotensi menggoyang nilai tukar mata uang dolar AS."Kalau (dedolarisasi) ini terjadi, maka dolar AS akan ditinggalkan, dan kemungkinan besar akan terealisasi," kata Ibrahim saat dihubungi Katadata Selasa (18/4).Meskipun begitu, Ibrahim meyakini dolar AS tidak akan sepenuhnya ditinggalkan. Hal itu terjadi karena besar revolusi industri dan perdagangan Amerika Serikat di seluruh dunia, sehingga pemanfaatan greenback sebagai alat transaksi masih akan bertahan.