|
所在平台: Udemy |
课程主页: https://www.udemy.com/course/fullstack-programming-bisaai/
课程评论:没有评论
课程名称:初学者全栈编程 课程概述: 本课程主要介绍全栈移动应用程序编程,涵盖前端和后端的应用程序开发。全栈开发者是一位技术专家,必须能够修复应用程序的前端和后端。因此,担任这一职位的人需要了解与用户界面相关的主视图、与数据验证相关的应用程序逻辑以及数据库的操作。 随着技术的发展,网络变得更加复杂,开发者也越来越专业化。这意味着开发者不再需要参与整体的网页构建过程,而是专注于特定的部分,例如某种编程语言、框架或其他技术。 **前端**部分是用户直接可以看到和互动的界面,通常是使用HTML、CSS和JavaScript构建的。HTML是网页的基础,决定了网页的结构和内容;CSS控制网页的外观;JavaScript则加入了更多的互动性和复杂动画,使得网页更加生动。 **后端**是网页的“幕后”部分,涉及的编程语言包括PHP、Ruby、Python等。后端开发通常负责实现复杂的内容管理系统。后端与前端开发者之间需要密切合作,以确保网站的正常运行。 **全栈**开发者同时掌握前端和后端的技能,能够使用HTML、CSS、JavaScript以及一种或多种后端编程语言。当前,前端和后端开发的界限逐渐模糊,许多先前只能在后端完成的工作,现在也可由前端实现。这样一来,全栈开发者的市场需求与日俱增。 本课程强调学习前端和后端的相关知识,帮助学生适应快速变化的技术环境,提高职场竞争力。全栈开发者的优势在于能够对两方面的编程进行分析,并与团队成员协同工作。总之,学习全栈开发将为学生的职业生涯带来更多机会与可能性。
Full Stack Mobile Apps Programming meliputi pembahasan yang berkaitan dengan pembuatan aplikasi mobile apps pada bagian Frontend dan didukung oleh Backend. Seorang Full Stack Developer adalah seorang ahli teknologi yang harus mampu memperbaiki front-end maupun back-end dari sebuah aplikasi. Oleh karena itu, orang yang bekerja pada posisi ini perlu paham dan familiar dengan hal seperti tampilan utama yang berkaitan dengan user interface, tampilan dapur aplikasi yang berkaitan dengan validasi data, dan tampilan database.Seiring perkembangan teknologi, web telah berkembang menjadi lebih kompleks. Ini membuat developer juga menjadi lebih terspesialisasi. Artinya, seorang developer tidak harus melakukan keseluruhan proses membangun web lagi, tetapi fokus pada bagian tertentu saja, entah itu salah satu bahasa pemograman, framework, atau bagian teknikal lainnya.Berikut akan dijelaskan lebih jauh mengenai pengertian masing-masing istilah di atas:Front-EndBagian front-end dari sebuah website adalah bagian yang langsung dilihat oleh user. User juga bisa langsung berinteraksi pada bagian ini. Bagian ini dibangun menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript.HTML (HyperText Markup Languange) adalah tulang punggung dari web. Semua website yang kamu kunjungi dibuat menggunakan HTML. HTML menentukan struktur dan konten website. Versi terakhir dari HTML adalah HTML5.CSS (Cascading Style Sheets) adalah bahasa pemograman yang mengontrol tampilan HTML pada halaman website. CSS menentukan warna, font, gambar background, dan bahkan bagaimana tampilan keseluruhan website-mu. Versi terakhir dari CSS adalah CSS3, yang menambahkan fitur seperti interaktifitas dan animasi dasar.Kamu bisa menciptakan sebuah website hanya dengan menggunakan HTML dan CSS, tetapi yang benar-benar akan membuat website kamu tampil menarik adalah JavaScript. Dengan JavaScript, kamu bisa melakukan banyak hal, seperti interaktifitas, animasi yang lebih kompleks, dan bahkan kamu juga bisa membuat fully feature web application.Dulu (sekitar tahun 2012), kebanyakan browser tidak dapat menginterpretasikan JavaScript dengan baik sehingga menambahkan fungsi-fungsi kompleks JavaScript bukanlah ide yang bagus. Tetapi, saat ini browser sudah menjadi lebih canggih dan bisa menjalankan JavaScript dengan baik. Ini menjadikan JavaScript tidak hanya digunakan untuk bagian back-end lagi. JavaScript sendiri juga telah mengalami banyak kemajuan dengan bertambahnya framework-framework seperti Angulars, jQuery, dan Node.js. Singkatnya, apa yang didefinisikan dengan front-end telah banyak berubah dalam waktu yang singkat.Front-end developer menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript untuk coding website. Mereka menciptakan design website dan kemudian membuat website tersebut dapat berfungsi.Sebagian website hanya menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript. Tetapi sebagian lainnya juga ada menggunakan back-end programming language.Back-EndBack-end adalah bagian belakang layar dari sebuah website. Bahasa pemograman untuk back-end development diantaranya adalah PHP, Ruby, Python, dan banyak lainnya.Satu hal yang akan kamu temui: tidak akan banyak perusahaan yang mem-posting lowongan kerja dengan kalimat "back-end developer". Yang akan lebih sering kamu temui adalah lowongan pekerjaan untuk "Ruby developer", "PHP developer", dll.Ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh JavaScript, namun dapat dilakukan oleh bahasa pemograman back-end. Kebanyakan sistem manajemen konten dibangun melalui back-end programming, contohnya pada aplikasi web yang kompleks. Belajar coding akan mengajarkan kamu menemukan solusi terbaik untuk berbagai masalah, dan terkadang back-end programming adalah bagian dari solusi tersebut.Untuk membangun sebuah website yang berjalan dengan baik, back-end developer biasanya bekerjasama dengan front-end developer.Full-StackFull-stack developer bekerja pada bagian front-end dan back-end. Mereka menguasai HTML, CSS, JavaScript, dan satu atau lebih bahasa pemograman back-end.Perkembangan teknologi saat ini membuat perbedaan front-end dan back-end development menjadi semakin sedikit. Banyak hal yang sebelumnya hanya bisa dilakukan pada bagian back-end, dapat dilakukan juga melalui front-end. Ini membuat semakin banyaknya developer yang menguasai front-end dan back-end programming sekaligus. Pada saat ini, menjadi full-stack developer juga menambah nilai khusus kamu di mata perusahaan.Tetapi, menjadi full-stack developer bukan berarti kamu harus mengerjakan keseluruhan kode baik front-end atau back-end sebuah website. Kebanyakan full stack developer tetap menghabiskan waktunya pada satu bagian programming saja. Namun, kelebihan dari full-stack developer adalah mereka bisa melakukan analisa masalah pada kedua bagian programming. Ada juga beberapa full-stack developer yang mengerjakan semuanya sendiri, biasanya ini terjadi jika mereka freelance atau satu-satunya developer yang berkerja pada sebuah project.Bagian paling menarik dari web development adalah sifatnya yang terus berkembang. Apa yang dimaksud sebagai "front-end" atau "back-end" pada saat ini, bisa saja akan berubah secara drastis dalam beberapa tahun ke depan. Mempelajari keduanya akan membuat kamu lebih mempunyai nilai, gampang beradaptasi, dan berpandangan ke depan.